Custom Search

[Konsultasi-Kesehatan] Fw: Segar Bugar Sepanjang Masa: Mungkinkah Hidup Tanpa Makan dan Tanpa Minum?


---------- Forwarded message ----------
From: light 99
Date: 2012/11/29
Subject: Segar Bugar Sepanjang Masa: Mungkinkah Hidup Tanpa Makan dan Tanpa Minum?
To: segarbugarsepanjangmasa@googlegroups.com


Mungkinkah Hidup Tanpa Makan dan Tanpa Minum?

Pada acara Ngobrol Santai tentang Vitamin dan Suplemen Sejati hari Minggu yang baru lalu, sempat dibahas tentang bagaimana Manusia Bisa Hidup Tanpa Makan dan Tanpa Minum atau Breatharian. Ada sejumlah orang yang masih melakukan breatharian (inedia, hidup tanpa makan dan minum), sedang melakukan, pernah melakukan atau akan melakukan selama sekurangnya 2 minggu.

Beberapa orang tersebut adalah :

Akahi, Agus Purwanto (Bali), Alenara,  Anwar (Jakarta),  Anne Catherine Emmerich, Mahavatar Babaji, Barbara Moore, Dr. Christopher Schneider, Anne-Dominique Bindschedler, Camila Castillos, Dirk Schr√∂der, Elitom Ben Yisrael, Evelyn Levy, Giri Bala, The Venerable Master Guang Qin, Henri Monfort, Hira Ratan Manek, Isabelle Hercelin, Kazimierz Karwot, Jasmuheen, Ibu Jero (Bali), Jericho Sunfire, Joachim Werdin, Master Liao Fong-Sheng, The Lily of Quito, Maria Domenica Lazzeri, Saint Mary Ann de Paredes, Mary J. Fancher, Oberom C. Silva, Oleg Maslov, Reine-Claire Lussier, Nun Shi Hongqing, Steve Torrence, Sun Yogi Uma Shankar, Therese Neumann, Vasanta Ejma, Victor Truviano, Wiley Brooks, Xu Fan dst1). Daftar ini terus berlanjut dan diperkirakan sekarang ada sekitar 2000 orang di dunia.
Sesungguhnya mereka tetap makan dan mengkonsumsi apa yang dikatakan oleh praktisi nutrisi sebagai protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Mereka tidak perlu kekurangan nutrisi dan dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik.

Para praktisi nutrisi tentu tidak akan pernah bisa menjelaskan fenomena ini karena hitung-hitungan yang mereka pakai hanya berdasarkan teori "kalori" dalam percobaan fisika dasar (menambah energi ke makanan yang hendak diukur kalorinya hingga makanan itu naik temperaturnya sebesar satu derajat Celsius), tanpa banyak risau berapa besar yang bisa terserap, berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk mencernanya dan berapa besar kalori yang sesungguhnya dikeluarkan tubuh. Kemudian, mereka secara mekanis (dengan formula) menghitung berapa energi kimia tubuh yang harus diubah menjadi energi kinetik (energi gerak) mereka. Mereka lalu membandingkan antara kalori yang masuk dan kalori yang keluar dari hitungan tadi.

Mereka selalu lupa menghitung berapa besar energi yang digunakan untuk melakukan metabolisme itu sendiri dan bahwa banyak energi lain yang bisa didapat dari sekedar bahan bakar yang berupa makanan dan minuman.

Pada dasarnya, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dst hanyalah susunan dari C, H, N dan O saja. Semua makhluk hidup terdiri atas susunan  tersebut. Dan di udara, unsur-unsur itu sangat berlimpah. Jadi, kalau kita (tubuh) bisa menggabungkannya dan menyusunnya maka kita tak perlu harus makan makanan dalam bentuk padat atau cair, kita bisa mengambilnya dari udara. Bahkan, beberapa orang bisa menyerap energi langsung dari matahari, dari tanah, dari lingkungan sekitar tanpa melalui pernafasan. Mereka bisa melakukannya melalui pori-pori dan keberadaan mereka sendiri di lingkungan, tanpa harus melalui pernafasan.

Ikan juga bisa mengambil oksigen dari dalam air bukan?


 
Bahkan ada kura-kura di daerah antara AS dan Meksiko, yang tidak bernafas sama sekali ketika musim dingin selama 77 hari hingga 154 hari2).

Vitamin itu sendiri hanyalah merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, tetapi banyak orang yang mendewakannya dan sangat terobsesi atas kebutuhan vitamin yand demikian besar. Para ilmuwan terus menemukan jenis vitamin yang diperlukan tubuh, tetapi sesungguhnya masih terlalu banyak yang tidak pernah diketahui manusia dan tak akan pernah selesai ditemukan sepanjang sejarah dan masa depan manusia. Tetapi, orang cenderung memenuhi kebutuhan tubuhnya dengan beberapa vitamin yang sudah ditemukan saja.

"Buah manis segar tak berlemak matang murah musim dst dan sayur segar berarna hijau serta kalau bisa organik" tentulah merupakan pilihan terbaik untuk kita semua, tanpa usah peduli dengan formula protein, kalori, karbohidrat dst. yang tak pernah selesai dibuat dan benar sempurna.

Jadi, kalau mau selalu atau bahkan makin sehat, segar, bugar dan tambah keren, jangan bebani tubuh dengan makanan yang secara kimiawi tidak cocok dengan tubuh dan tidak disediakan alam secara alam serta yang tidak disukai tubuh bila dalam keadaan tunggal (monofood).

Kalau kita juga menambahkannya dengan olah raga yang baik dan terutama selalu bersyukur kepada Tuhan, niscaya apapun pilihan kita otomatis akan menjadi yang terbaik, yang selaras, yang harmonis dengan alam dan membuat kita benar-benar bahagia.

Salam segar bugar dan keren serta selalu bahagia sepanjang masa!
-----------------------------
1) Khusus "Agus Purwanto, Anwar dan Ibu Jero" : Kami mencatat dan melihat mereka melakukannya. Yang lain bisa dibuka diunduh dan ditonton melalui
--
--
___________________________________
 
Pola Makan Segar merupakan suatu pola makan yang dapat membuat tubuh memiliki kesempatan lebih besar untuk memulihkan diri, memperbaiki diri dan meningkatkan kesehatan. Kita akan menjadi makin kagum dan terkejut bahwa sesungguhnya tubuh ini begitu indah dan hebat.
 
Sekalipun "Makanan Segar bukanlah Obat" tetapi ...menjadi lebih sehat, lebih bugar, lebih bersemangat, lebih ceria, lebih bahagia dan menjadi sangat-sangat keren hanyalah sekedar efek sampingan kecil setelah kita melakukan pola makan segar dan pola hidup yang baik.
 
Ulasan 'seputar kesehatan yang sering tidak kita pikirkan' yang lain dapat didapatkan dengan membuka atau join di :
http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa
 
 
 



Custom Search